Dikepung Kabut Asap, Pembangkit Listrik PLN di Kalteng Setop Operasi

Dikepung Kabut Asap, Pembangkit Listrik PLN di Kalteng Setop Operasi

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2015 13:45 WIB
Dikepung Kabut Asap, Pembangkit Listrik PLN di Kalteng Setop Operasi
Jakarta - Akibat kepungan asap yang kian pekat di Kalimantan Tengah (Kalteng), membuat PT PLN (Persero) kesulitan memasok listrik ke rumah masyarakat. Keberadaan asap membuat pembangkit listrik cepat panas dan harus dimatikan.

"Kabut asap ini membuat kita kesulitan memasok listrik, apalagi kondisi listrik di Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan sudah defisit," kata General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Purnomo, dihubungi detikFinance, Kamis (22/10/2015).

Purnomo mengatakan, akibat kabut asap, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikerahkan harus sering dimatikan, karena asap membuat mesin menjadi cepat panas dan filter udara di pembangkit tersumbat bahkan kempot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asap juga membuat temperatur ambient di ruang mesin naik atau overheat. Filter udara cepat tersumbat atau kempot. Bahkan kondisi ini membuat derating (penurunan) daya listrik yang dihasilnya cukup signifikan," katanya.



Apalagi musim kemarau yang membuat banyak hutan dan lahan perkebunan terbakar, juga membuat beberapa jaringan listrik di Kalbar ikut terbakar.

"Kondisi ini yang buat pasokan listrik terganggu, dan membuat PLN hari memadamkan listrik," kata Purnomo.

Selain itu, akibat kemarau, debit air di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan kapasitas 30 MW turun drastis.

"Pasokan dari PLTA 30 MW di Kalimantan Selatan juga turun drastis akibat kemarau, dari kapasitasnya 30 MW hanya dapat menghasilkan listrik 9 MW, jadi kita kehilangan 21 MW, itu sangat besar dan dampaknya lagi-lagi PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir," tutup Purnomo.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads