Menurut Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman, penurunan laba bersih ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak mentah hingga gejolak kurs.
"Harga minyak turun jauh. Di RKAP US$ 60 relalisasi US$ 50. Terus ada faktor kurs (dolar AS), asumsi Rp 12.500, itu jadi Rp 13.000 year to September. Bahkan sempat Rp 14.000," katanya saat press conference pemaparan kinerja di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk produksi minyak harian, pada kuartal III sebesar 282.140 barel per hari. Angka ini naik dibandingkan pencapaian triwulan III 2014 senilai 221.100 barel per hari.
Hal senada terjadi pada produksi gas sebesar 1,98 BSCFD per hari pada kuartal III-2015. Sedangkan, pencapaian produksi gas kuartal III-2014 sebesar 1,54 BSCFD per hari.
(feb/ang)











































