PT Pertamina (Persero) mencatat penurunan omzet dan laba bersih di kuartal III-2015. Melihat kondisi itu, Pertamina melakukan berbagai langkah efisiensi.
Untuk level direksi, kendaraan dinas yang dulunya menggunakan Mercedez Benz S-Class atau kelas premium diganti dengan kelas lebih rendah seperti Toyota Alphard.
"Fasilitas direksi dikurangi sejak dulu. Dulu direksi pakai Mercy S, sekarang yang umum-umum saja, kayak Alphard. Kita nggak beli baru. Kita nggak perbaiki fasilitas kantor. Terus perjalanan dinas yang selektif," kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto pada acara pemaparan kinerja kuartal III-2015 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi mengatakan, Pertamina sepanjang tahun 2015 juga melakukan efisiensi di proses bisnis. Proses pengadaan barang dan jasa dilakukan satu pintu di Kantor Pusat Pertamina.
"Pengadaan dari masing-masing direktorat dilakukan terpusat karena pengadaan bisa beda harga 40%," ujarnya.
Selain itu, Pertamina juga melakukan revitalisasi Integrated Supply Chain terhadap pembelian BBM dari luar negeri. Salah satunya menghapus peran PT Petral sebagai perantara jual beli BBM oleh Pertamina.
Langkah efisiensi seperti kebijakan lelang terpusat hingga penghapusan Petral, terbukti mampu menghemat pengeluaran hingga jutaan dolar.
"Langkah efisiensi (bisa hemat) mencapai total US$ 430,77 juta," jelasnya. (feb/ang)











































