"Pemadaman bergilir saat ini di Kalteng-Kalsel ini kan terjadi pertama karena memang sedang defisit listrik, kedua diperparah adanya kabut asap dan kemarau," ujar General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Purnomo, dihubungi detikFinance, Kamis (22/10/2015).
Purnomo berjanji kondisi defisit listrik ini akan segera berakhir, karena targetnya sekitar pertengahan November sudah beroperasi dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dari program 7.000 MW yang sedang berlangsung proses persiapan yaitu sebanyak 120 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi berdasarkan perkiraan BMKG, November 2015 sudah masuk musim hujan, sehingga kabut asap mudah-mudahan bisa hilang dan debit air yang memasuk PLTA Riam Kanan kapasitas 30 MW bisa kembali normal.
"Karena saat ini akibat kemarau PLTA Riam Kanan kapasitas 30 MW hanya menghasilkan listrik 9 MW, kalau sudah masuk musim hujan, mudah-mudahan debit air kembali normal dan listrik yang dihasilkan bisa 30 MW lagi," tutup Purnomo.
(rrd/hen)











































