Banyak Listrik di Daerah Masih 'Byar-Pet', Ini Tanggapan Menteri ESDM

Banyak Listrik di Daerah Masih 'Byar-Pet', Ini Tanggapan Menteri ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2015 08:52 WIB
Banyak Listrik di Daerah Masih Byar-Pet, Ini Tanggapan Menteri ESDM
Jakarta - Banyak daerah di Indonesia yang masih mengalami defisit pasokan listrik sehingga mau tidak mau harus kena pemadaman bergilir.‎ Misalnya di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Suluttenggo) yang sejak 2013 lalu terpaksa melakukan pemadaman bergilir selama 2-4 jam per hari.

Bahkan wilayah yang kaya sumber energi seperti Kalimantan Timur listriknya juga masih 'byar pet' alias terjadi pemadaman bergilir.

Menteri ESDM Sudirman Said mengakui bahwa sistem kelistrikan di Indonesia memang belum sempurna sehingga ada pemadaman bergilir di berbagai daerah. Dari 24 sistem kelistrikan di seluruh Indonesia, hanya setengahnya saja yang tidak mengalami defisit pasokan listrik dan tidak byar pet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari 24 sistem kelistrikan kita, hanya separuh yang normal. Jadi byar pet itu sudah kita terima sebagai kenyataan," kata Sudirman saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Masih banyaknya daerah yang byar pet ‎ini merupakan salah satu alasan pemerintah mencanangkan program pembangunan pembangkit-pembangkit listrik baru sampai 35.000 MW. Dengan penambahan pasokan listrik sebanyak itu, Indonesia bisa terbebas dari byar pet dan tak ada lagi daerah yang masih gelap gulita.

"Makanya pemerintah menarget tinggi 35.000 MW supaya byar pet itu bisa diatasi," ucapnya.

Sudirman menambahkan, masalah listrik byar pet ini memang tak bisa segera diselesaikan. Pembangunan pembangkit listrik baru butuh waktu. Pemadaman bergilir baru bisa diselesaikan dalam waktu 4-5 tahun ke depan.‎

"Itu memang nggak bisa 1-2 tahun, kita punya program 4-5 tahun ke depan. Solusinya nggak bisa cepat. Yang penting kita tahu dulu masalahnya dan solusi mengatasinya," tutupnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads