PT Waskita Karya Tbk (Persero) menandatangani kontrak pembangunan jaringan transmisi listrik di Pulau Sumatera. Ada dua paket pekerjaan pembangunan jaringan listrik bagian dari program nasional 35.000 megawatt (MW).
Penandatangan sendiri dilakukan oleh Direktur Waskita Karya, Desi Aryani, selaku pelaksana pembangunan dengan Direkturβ Bisnis Regional Sumatera PT PLN Amir Rosidin.
Amir mengatakan, bahwa pembangunan jaringan ini akan menjadi tulang punggung penyaluran listrik di Pulau Sumatera. Tanpa jaringan transmisi, listrik dari pembangkit tidak bisa disalurkan ke rumah warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun dua paket pekerjaan yang ditandatangani kontrak pembangunannya hari ini adalah paket 1 jaringan listrik dengan trase New Aur Duri, Jambi ke Pranap, Riau sepanjang 250 km dengan nilai kontruksi Rp 3,8 triliun.
Kemudian, Paket 2 jaringan listrik dengan trase Pranap, Riau ke Perawang, Riau sepanjang 160 km dengan nilai konstruksi Rp 2,8 triliun. Sehingga nilai 2 paket tersebut total Rp 6,6 triliun.
"Pelaksanaan konstruksi 3 tahun dari mulai pembebasan tanah, konstruksi, sampai operasi. Besok pagi kami mulai kerja," jelas Direktur Utama PT Waskita Karya M Choliq usai menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut.
Adapun pola pembiayaan akan dipenuhi oleh Waskita Karya melalui pinjaman perbankan. Setelah seluruh kegiatan konstruksi selesai dan aset berupa jaringan transmisi listrik tersebut selesai dibangun dan diserahterimakan ke PLN maka seluruh biaya investasi tersebut baru diganti oleh PLN.
"Saat ini kami ada komitmen pendanaan dari BRI (PT Bank Rakyat Indonesia). Nanti apakah mereka mau sindikasi atau mau biayai sendiri terserah saja, tapi leadingnya di BRI," jelas dia.
Adapun dana Rp 6,6 triliun tersebut akan dipakai untuk seluruh kegiatan pembangunan jaringan sepanjang 410 km tersebut.
"10% untuk pembebasan lahan juga untuk membayar kompensasi. Pembebasan lahan kalau di transmisi listrik itu nggak banyak, hanya untuk yang tapak menara saja dan sedikit bayar kompensasi untuk yang di atas lahannya dilewati kabel. Kemudian ada untuk konstruksinya itu sendiri.β Pembangunannya sekitar 3 tahun," tutup Choliq.











































