PLTU Cirebon Tambah Kapasitas 1.000 MW Rp 26 Triliun

PLTU Cirebon Tambah Kapasitas 1.000 MW Rp 26 Triliun

Rista Rama Dhany - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2015 09:50 WIB
PLTU Cirebon Tambah Kapasitas 1.000 MW Rp 26 Triliun
Jakarta - Untuk mendorong program 35.000 megawatt (MW) selesai dalam 5 tahun, PT PLN (Persero) bersama konsorsium pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon sepakat untuk penambahan kapasitas sebesar 1 x 1.000 MW. Proyek ini akan menelan investasi sebesar Rp 1 triliun, dan ditarget selesai pada semester I-2020.

Kepastian penambahan kapasitas tersebut diperoleh, setelah ditandatanganinya dokumen perjanjian jual beli tenaga listrik/Power Purchase Agreement (PPA) antara PLN dengan kontraktor pembangunan pembangkit PLTU Cirebon, yakni Konsorsium Marubeni Corporation, Indika Energy Tbk, Samtan Co. Ltd, Korea Midland Power Co. Ltd, dan Chubu Electric Power Co. Inc. Konsorsium ini merupakan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

"Kami semua akan berusaha semaksimal mungkin. Kita akan belajar dari keberhasilan dan tantangan-tantangan yang ada di Cirebon Tahap Pertama yang sudah kami operasikan dengan baik hingga saat ini," Presiden Direktur Cirebon Energy Prasarana Heru Dewanto, dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PLTU Cirebon Ekspansi 1 Γ— 1.000 MW ini akan dibangun di Desa Kanci, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dengan masa pembangunan konstruksi selama 51 bulan.

Ditargetkan pembangkit ini dapat beroperasi secara komersial (COD) pada semester I tahun 2020. Namun karena lahan sudah dibebaskan berkat kerja sama yang baik dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan maka diindikasikan pembangunan bisa lebih cepat.

Kapasitas pembangkit ekspansi ini lebih besar dari unit yang sudah ada saat ini, PLTU Cirebon 1 x 660 MW. Pembangunan unit baru bernilai investasi Rp 26 triliun ini menggunakan teknologi ultra super critical boiler, dan diklaim lebih ramah lingkungan maupun hemat bahan bakar.

Dalam satu tahun, PLTU Cirebon Ekspansi diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 6,9 Tera Watt hour (TWh). Listrik yang dihasilkan akan disalurkan melalui Gardu Induk (GI) 500 kilo Volt Mandirancan.

"Harapan kami mudah-mudahan dengan apa yang baru saja kita tandatangani bersama merupakan awal untuk kita. kalau boleh, istilah kami melakukan percepatan. Oleh karena itu kerja sama ini semoga membawa hasil positif dan kami berharap proyek ini akan membawa hasil yang lebih baik," ujar Direktur Utama PLN, Sofyan Basir.

Pemerintah Indonesia pada 4 Mei 2015 lalu meluncurkan Program 35.000 MW. Dari program ini, 10.000 MW atau 35 proyek akan dikerjakan oleh PLN dan 25.000 MW atau 74 proyek mengundang pihak swasta.

Beberapa proyek bagian program 35.000 MW yang siap dibangun diantaranya PLTU Lontar Ekpansi (1x315 MW), PLTGU Grati Ekspansi 450 MW, dan PLTU Cilacap 1.000 MW.

70 tahun sejak PLN berdiri pada tahun 1945, kapasitas terpasang di Indonesia mencapai sekitar 50.000 MW. Jumlah itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia yang tumbuh pesat. Dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 – 6 % per tahun dan angka rasio elektrifikasi Indonesia saat ini 84%, kebutuhan listrik tumbuh sekitar 8 – 9 % per tahun.

Untuk itu setiap tahun dibutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 7.000 MW atau dalam lima tahun ke depan dibutuhkan tambahan 35.000 MW. PLN bersama Pemerintah Indonesia dan pihak swasta bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

(rrd/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads