"Tidak ada agenda khusus bertemu pihak Freeport dalam kunjungan Presiden Joko Widodo di Washington DC, Amerika Serikat," kata Sudirman kepada detikFinance, Senin (26/10/2015).
Sudirman menambahkan, kerja sama investasi antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam kunjungan ini untuk sektor energi, lebih di fokuskan pada kerja sama di sektor ketenagalistrikan, energi baru terbarukan, serta minyak dan gas bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan lagi, ada sekitar 14 kesepakatan kerja sama dalam kunjungan Presiden Jokowi ke AS ini, 13 kerja sama tersebut berkaitan dengan sektor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Yang terbanyak adalah business deal di bidang ketenagalistrikan, energi bersih, dan migas," ujarnya.
"Kalau urusan dengan Freeport kan sementara sudah selesai dengan surat dari Kementerian ESDM. Kita membahas hal-hal lain yang lebih luas," tutup Sudirman.
(rrd/hen)











































