detikFinance mencoba melakukan penelusuran, apakah ada kos-kosan mewah yang ternyata listriknya menggunakan tarif subsidi. Dari penelusuran tersebut ditemukan ada beberapa rumah kos di bilangan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, menggunakan meteran listrik di setiap kamarnya, dan meteran yang digunakan menggunakan daya listrik yang disubsidi yakni R1/900 volt ampere (VA).
Mansyur, salah satu pemilik kos di daerah ini, menuturkan, dirinya memilih menggunakan listrik dengan daya 900 VA karena penyewa kos miliknya sebagian besar adalah mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi di Depok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kos-kosan milik Mansyur, para mahasiswa yang menyewa kamarโ kos dikenai biaya sebesar Rp 650.000 per bulan. Para mahasiswa diperbolehkan membawa alat-alat elektronik seperti televisi, komputer, playstation, dan sebagainya tanpa dipungut biaya tambahan lagi.
Selain itu, daya listrik sebesar 900 VA dianggap sudah cukup untuk 1 kamar kos, untuk menggunakan AC pun bisa. Daya listrik 1.300 VA, menurutnya, terlalu besar untuk 1 kamar kos mahasiswa.
Mansyur sudah mengetahui adanya rencana pencabutan subsidi listrik untuk 23 juta pelanggan mulai 1 Januari 2016 mendatang. Dia mengaku cukup risau dengan hal tersebut, karena harus menaikkan uang kos jika tarif listrik naik. "Mau nggak mau, saya terpaksa harus naikin uang kos dong," tutupnya.
(rrd/rrd)











































