Subsidi BBM dan Elpiji Tahun Depan Hanya Rp 63 Triliun.

Subsidi BBM dan Elpiji Tahun Depan Hanya Rp 63 Triliun.

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 30 Okt 2015 20:37 WIB
Subsidi BBM dan Elpiji Tahun Depan Hanya Rp 63 Triliun.
Jakarta -

Berbeda dari pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun-tahun sebelumnya, pada periode 2016 ini, setidaknya tidak ada lagi mendengar pembahasan anggaran subsidi energi yang bernilai ratusan triliun rupiah.

‎Dari dokumen hasil kesepakatan pembahasan tingkat I antara Badan Anggaran (Banggar) dan Pemerintah yang dikutip detikFinance, Jumat (30/10/2015)‎, tercatat subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya sebesar Rp 63 triliun.

Hal ini sejalan dengan reformasi subsidi energi yang digagas oleh ‎pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Paling signifikan adalah pada BBM jenis premium yang sama sekali tidak ada subsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu untuk solar, subsidi yang diberikan hanya Rp 16 triliun, dengan kuota yang ditetapkan 16 juta kiloliter (KL). Solar diberlakukan mekanisme subsidi tetap oleh pemerintah sejak awal tahun, yaitu sebesar Rp 1.000/liter.‎ Kemudian minyak tanah anggarannya Rp 2,6 triliun dengan kuota Rp 688 ribu KL.

‎Untuk anggaran subsidi elpiji tabung 3 kg adalah Rp 31 triliun dengan kuota 6,6 juta ton dan subsidi LGV sebesar Rp 6,4 miliar. Di samping itu juga pembayaran atas subsidi di 2015 untuk elpiji 3 kg dan minyak tanah sebesar Rp 12,7 triliun.

Seperti diketahui parameter subsidi energi adalah Indonesia Crude Price (ICP) sebesar US$ 50/barel dan kurs nilai tukar rupiah 13.900/US$.

Perlu diketahui juga, pada APBN 2015 subsidi BBM dianggarkan Rp 276 triliun, namun setelah pemerintahan dipimpin Presiden Joko Widodo, subsidi BBM di APBN Perubahan 2015 dipangkas habis hanya tersisa Rp 60 triliun. Tahun ini subsidi BBM di luar elpiji, sebenarnya hanya Rp 18,6 triliun.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads