Perusahaan Listrik Terbesar India Minat Investasi di RI

Perusahaan Listrik Terbesar India Minat Investasi di RI

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 03 Nov 2015 15:19 WIB
Perusahaan Listrik Terbesar India Minat Investasi di RI
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan salah satu perusahaan terbesar di India, Adani minat berinvestasi di Indonesia. Adani adalah perusahaan yang bergerak di sektor kelistrikan dan pertambangan batu bara.

Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan Adani tertarik untuk berinvestasi dalam proyek 35.000 MW. Proyek listrik 35.000 MW disiapkan untuk 5 tahun ke depan.

Adani, telah menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik secara total 11,2 giga watt (GW) di India. Sekarangβ€Ž pun tengah membangun pembangkit listrik berkapasitas 5.000 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adani itu cukup besar kapasitasnya di India. Nah dengan pengalaman itulah mereka propose powerplant ke kita,"β€Ž ungkapnya di sela-sela agenda Forum Indonesia India di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa (3/11/2015)

Namun, Franky belum dapat menyebutkan jenis sumber energi yang akan diinvestasikan. Meskipun arahnya adalah kepada energi terbarukan. Adani, menurutnya masih perlu penjajakan lebih lanjut tentang energi di Indonesia.

"Nanti mereka yang akan menentukan bahan bakunya apa. Kan banyak, ada panas bumi, hydro, angin dan lain-lain" imbuhnya.

Di samping itu ada beberapa perusahaan lain yang juga menyatakan minatnya untuk berinvestasi. Namun, ini masih harus dibicarakan lebih lanjut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"β€ŽAda lagi perusahaan yang dia adalah player di powerplant energi terbarukan. Karena itu koordinasi kami dengan Kementerian ESDM akan kawal agar bisa terealisasi itu," ujar Franky.

Selain itu juga diutarakan minat terhadap sektor perdagangan. Franky mengaku sangat membuka kesempatan untuk masuknya investor dari India. Sekarang investasi India di Indonesia sepanjang Januari-September 2015 mencapai US$ 32 juta. Nilai investasi ini naik 44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 23 juta.

"Intinya kami membuka investasi dari India dan komunikasi kami dengan Dubes India cukup baik sehingga kita mencoba memfasilitasi bila ada kendala investasi," terangnya.

(mkl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads