Pembangunan PLTU di Kawasan Perbatasan RI-Timor Leste Mandek

Pembangunan PLTU di Kawasan Perbatasan RI-Timor Leste Mandek

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2015 17:00 WIB
Pembangunan PLTU di Kawasan Perbatasan RI-Timor Leste Mandek
Tiga Teknisi Sedang Memperbaiki Jaringan Listrik
Atambua - Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum berjalan lancar. Contohnya, terjadi di Kabupaten Belu, NTT.

Bupati Kabupaten Belu Wilhelmus Foni menjelaskan kepada detikFinance, di kawasan Aufuik sempat ada pembangunan PLTU berkapasitas 6x4 megawatt. Proses pembangunan PLTU ini berlangsung pada 2012.

Sayangnya, di tengah jalan proyek pembangunan PLTU itu mandek karena kontrakt‎or pelaksananya tidak mampu menuntaskan kontrak yang disepakati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengharapkan pembangunan PLTU Aufuik itu bisa dilanjutkan agar kegiatan industri bisa jalan, ekonomi bisa jalan," kata Wilhelmus saat ditemui di desa Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, Rabu (4/11/2015).
 
Menurut Wilhelmus, PLTU ini milik PT PLN (Persero). Sumber pembiayaannya berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan kontrak multiyears.

"Nilainya sekitar Rp 300 miliar. Kami sudah laporkan ke PLN, kami minta untuk segera dilanjutkan. Kami harap Pemerintah‎ Pusat bisa mendengar jeritan kami di daerah ini karena listrik sangat penting," tutur dia.

Wilhelmus mengatakan, jika PLTU jadi dibangun maka mampu melayani pelanggan rumah tangga dan industri.

"Kalau ada PLTU 6x4 MW ini berarti akan ada tambahan pelayanan kepada 120.000 pelanggan rumah tangga baru. Selain itu, industri bisa terlayani ‎juga," katanya.

(dna/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads