Bupati Kabupaten Belu Wilhelmus Foni menjelaskan kepada detikFinance, di kawasan Aufuik sempat ada pembangunan PLTU berkapasitas 6x4 megawatt. Proses pembangunan PLTU ini berlangsung pada 2012.
Sayangnya, di tengah jalan proyek pembangunan PLTU itu mandek karena kontraktor pelaksananya tidak mampu menuntaskan kontrak yang disepakati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wilhelmus, PLTU ini milik PT PLN (Persero). Sumber pembiayaannya berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan kontrak multiyears.
"Nilainya sekitar Rp 300 miliar. Kami sudah laporkan ke PLN, kami minta untuk segera dilanjutkan. Kami harap Pemerintah Pusat bisa mendengar jeritan kami di daerah ini karena listrik sangat penting," tutur dia.
Wilhelmus mengatakan, jika PLTU jadi dibangun maka mampu melayani pelanggan rumah tangga dan industri.
"Kalau ada PLTU 6x4 MW ini berarti akan ada tambahan pelayanan kepada 120.000 pelanggan rumah tangga baru. Selain itu, industri bisa terlayani juga," katanya.
(dna/hns)











































