"Tahun ini ada 25 kargo LNG (Gas Alam Cair) tak terserap, tahun depan akan ada sekitar 40 kargo LNG yang tidak terserap," ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, dalam pesan singkatnya, Rabu (4/11/2015).
Akibat tidak terserapnya 40 kargo LNG tersebut, dengan terpaksa harus dijual ke pasar spot alias ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, tidak terserapnya kargo gas yang sudah dialokasikan untuk dalam negeri ini, karena beberapa proyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) molor pengerjaannya sehingga tak dapat menyerap gas, termasuk beberapa industri yang mengurangi penggunaan gasnya.
"Ini karena beberapa pembangkit belum selesai, ada juga industri kurangi pembelian," ujarnya.
(rrd/hen)











































