Bos PLN Akui Sulit Cabut Subsidi Listrik 23 Juta Pelanggan

Bos PLN Akui Sulit Cabut Subsidi Listrik 23 Juta Pelanggan

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2015 20:10 WIB
Bos PLN Akui Sulit Cabut Subsidi Listrik 23 Juta Pelanggan
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi waktu ke PT PLN (Persero) dalam 6 bulan, dapat menyisir pelanggannya golongan rumah tangga 450 dan 900 volt ampere (VA) yang tidak berhak menerima subsidi listrik. Tugas ini diakui cukup sulit dilakukan BUMN listrik ini untuk mencabut 23 juta pelanggan dua golongan tersebut.

"Kesulitannya kan harus kita datangi satu-satu. Kalau dua bulan nggak bisa dong, nggak bisa (tidak cukup waktunya)," kata Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, ditemui di Istana Negara, Rabu (4/11/2015).

Ia juga memastikan, untuk pelanggan yang memiliki usaha kecil menengah (UKM) tetap mendapat subsidi listrik, apalagi arahan dari Presiden Jokowi, UKM boleh menikmati subsidi listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UKM boleh dong, kalau itu ada aturan mainnya, karena PLN buat satu golongan khusus untuk UKM. Kan PLN punya 48 jenis golongan, dan UKM masuk penerima subsidi listrik, makanya kita nggak perlu takut," ungkapnya.

Ia menambahkan, penyisiran pelanggan listrik tersebut bertujuan hanya orang miskin yang menikmati subsidi listrik.

"Salah satu kriterianya orang yang pegang kartu itu (Kartu Indonesia Sehat dan lainnya), intinya orang miskin layak mendapat subsidi listrik," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads