Sampai Kapan Listrik di Palembang Byar Pet ? Ini Jawaban PLN

Sampai Kapan Listrik di Palembang Byar Pet ? Ini Jawaban PLN

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2015 12:48 WIB
Sampai Kapan Listrik di Palembang Byar Pet ? Ini Jawaban PLN
Listrik Padam
Jakarta - Listrik di Kota Palembang, Sumatera Selatan kerap mengalami byar pet alias padam bergilir. Namun, PLN belum bisa memastikan sampai kapan kondisi byar pet itu segera berakhir.

General Manager PLN wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Budi Pangestu mengatakan belum ada solusi untuk mengatasi masalah byar pet ini karena sebagian besar pemicunya bukan masalah teknis.

"Solusi itu belum bisa kita lakukan, tapi kita tentu akan upayakan yang maksimal bisa dilakukan," ujar Budi kepada detikFinance, Kamis (5/11/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menjelaskan, masalah non teknis itu adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas hampir 600 megawatt tidak bisa beroperasi maksimal karena pasokan air kurang akibat musim kemarau panjang. Kemudian, pembangkit listrik tenaga uap (PLTG) juga tidak bisa beroperasi maksimal karena penurunan kapasitas mesin yang dipicu kabut asap berkepanjangan.

Budi mengatakan, proses pembakaran mesin PLTG membutuhkan asupan udara bersih. Namun, udara yang tercampur dengan asap masuk ke dalam mesin sehingga membuat filter atau saringan cepat kotor.

"Asap mengandung partikel seperti debu. Kita ganti filter baru seminggu atau sebulan sudah kotor. Kita kasih filter tambahan, tapi tetap juga cepat kotor," kata Budi

Selain kedua faktor non teknis itu, byar pet di Palembang juga terjadi karena ada pemeliharaan sejumlah pembangkit listrik. Budi berharap, pemeliharaan ini segera selesai sehingga proses pemulihan segera dimulai.

Sedangkan untuk masalah non teknis, Budi mengatakan, hanya bisa berharap hujan turun lebih banyak sehingga kandungan air di bendungan dan sungai kembali normal dan kabut asap segera hilang.

''Kita berharap hujan turun, dan sebagai orang beriman kita juga berdoa supaya situasi kembali normal," tutur Budi

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads