Sumatera bagian tengah mencakup provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Barat. Sedangkan, Sumatera bagian selatan meliputi provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung.
"Sumatera bagian selatan kurang 198 megawatt, sedangkan Sumatera bagian tengah kurang 138 megawatt," ujar General Manager PLN wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, Budi Pangestu, kepada detikFinance, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi itu terjadi karena kemarau panjang dan kabut asap. Musim kemarau membuat pembangkit listrik tenaga air (PLTA) tidak berfungsi maksimal karena kekuaran air, sedangkan kabut asap membuat Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) tidak bekerja maksimal karena partikel asap membuat mesin kotor.
"Yang sekarang terjadi itu karena situasional, sedangkan krisis listrik artinya tidak punya pembangkit," tutur Budi
(hns/hns)











































