Gubernur Jatim Ingatkan ExxonMobil Tak Cemari Lingkungan

Gubernur Jatim Ingatkan ExxonMobil Tak Cemari Lingkungan

Rois Jajeli - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2015 18:11 WIB
Gubernur Jatim Ingatkan ExxonMobil Tak Cemari Lingkungan
Manajemen Exxon Bertemu Gubernur Jatim (Rois-detikFinance)
Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo meminta proyek ExxonMobil Indonesia di wilayahnya memperhatikan tiga aspek, yakni mengenai gas buang (flaring), penjualan produksi untuk pasar domestik, serta masalah pengairan.

Ketiga proyek yang dikerjakan ExxonMobil di Jawa Timur yakni, di Banyu Urip, Kedung Keris, serta Jambaran Tiung Biru.

"Saya minta masalah gas buang tidak mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem alam," kata Soekarwo, di sela menerima kunjungan manajemen ExxonMobil Indonesia di ruang kerjanya, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (6/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Izin flaring ExxonMobil baru didapat dari Ditjen Migas selama enam bulan. Selanjutnya, izin tersebut masih diproses di Kementerian Lingkungan Hidup.

Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo ini juga mengingatkan Exxon soal pengairan. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang migas itu mengambil air dari waduk Bengawan Solo.

"Jangan sampai proses panen padi terganggu karena air waduk habis," tandasnya, sambil menambahkan, agar Exxon juga memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan hidup.

Sementara itu, kunjungan manajemen ExxonMobil Indonesia ke Gubernur Jatim untuk memaparkan perkembangan terbaru proyek Exxon di Banyu Urip, Bojonegoro, dan Tuban.

"Proyek Banyu Urip sangat memperhatikan standar keselamatan tingkat dunia," ujar Presiden ExxonMobil Indonesia Inc dan Mobil Cepu Ltd. Jon Gibbs.

Produksi di Banyu Urip sekitar 20% dari target produksi nasional. Puncak produksi pada kuartal I-2016 ditargetkan lebih dari 200 KBD.

(roi/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads