Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN (Persero), Bambang Dwiyanto mengatakan, pada Rabu sehari sebelumnya, beban puncak listrik di Jawa-Bali juga sentuh rekor yaitu 24.058 MW. Ini terjadi pada pukul 18.00 WIB.
"Pertumbuhan beban puncak listrik menandakan semakin tingginya pemakaian listrik oleh konsumen, termasuk konsumen industri. Jumlah pelanggan juga terus bertambah. Penambahan jumlah pelanggan hingga triwulan III-2015 mencapai 2,8 juta, setara dengan penambahan daya tersambung sebesar 4.858 Mega Volt Ampere (MVA)," tutur Bambang dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merunut ke lima tahun terakhir, fenomena beban puncak listrik tertinggi di Sistem Jawa-Bali biasa terjadi setiap akhir tahun, sebagai berikut:
- 20 Oktober 2010 pukul 18.00 WIB sebesar 18.100 MW
- 30 November 2011 pukul 19.00 WIB sebesar 19.739 MW
- 15 Oktober 2012 pukul 18.00 WIB sebesar 21.237 MW
- 17 Oktober 2013 pukul 18.30 WIB sebesar 22.567 MW
- 21 Oktober 2014 pukul 18.00 WIB sebesar 23.900 MW
PLN juga mengimbau agar pelanggan lebih peduli dan bijak dalam menggunakan listrik, terutama untuk pemakaian yang bersifat konsumtif. Hal ini bisa dilakukan dengan mematikan alat-alat elektronik, seperti televisi, radio, dan Air Conditioner (AC) yang sedang tidak digunakan. Bijak menggunakan listrik akan menekan pemakaian dan menghemat tagihan listrik.
(dnl/dnl)











































