"Sikap pemerintah konsisten untuk menindaklanjuti dan tanpa keraguan bahwa likuidasi Petral harus dilanjutkan," kata Sudirman saat ditanya sikap pemerintah pasca 3 temuan hasil audit Petral dalam acara konferensi pers 'Membangun Lanskap Baru Sektor ESDM 1 Tahun Capaian Kinerja Kementerian ESDM di Hotel Dharmawangsa, Minggu (8/11/2015)
Sudirman Said mengatakan pihaknya masih mengkaji apakah temuan hasil audit forensi sudah layak untuk dimasukkan dalam proses hukum. Namun Sudirman memastikan bahwa proses likuidasi Petral berjalan terus, dan dirinya meminta kasus kekeliruan seperti Petral tidak terjadi lagi di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu hal yang perlu saya garis bawahi adalah, kejahatan tidak bisa terus menerus disembunyikan. Hanya masalah waktu, kejahatan seperti ini akan terbongkar," katanya.
Pada Rabu (13/5/2015) lalu, pemerintah melalui Kementerian BUMN bersama Kementerian BUMN, memutuskan untuk membubarkan Petral. Anak usaha Pertamina yang bertugas melakukan pengadaan impor minyak mentah dan BBM dan berbasis di Singapura ini, dianggap memberikan citra negatif di mata masyarakat.
Sebelumnya, Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri mengungkapkan, bila audit telah selesai, mafia minyak dan BBM selama ini bermain di Petral akan terungkap.
(dna/hen)











































