PT PLN (Persero) tertunda menerima suntikan dana berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) akibat keputusan antara Pemerintah dan DPR saat pengesahan UU APBN 2016. Padahal, BUMN listrik ini dipercaya pemerintah bisa menyediakan 5.000 MW dari target pemerintah 35.000 MW dan jaringan listrik ribuan kilometer.
Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan masalah ini belum mengkhawatirkan terkait target percepatan proyek listrik 35.000 MW hingga 2019.
"Saya masih punya harapan bahwa pada akhirnya kita punya solusi dan sekarang saya belum perlu khawatir. Toh kalaupun kemarin disepakati PMN masuk APBN 2016, tetap butuh waktu juga untuk pencairannya. Sehingga saat ini belum perlu dikhawatirkan," kata dalam acara konferensi pers 'Membangun Lanskap Baru Sektor ESDM 1 Tahun Capaian Kinerja Kementerian ESDM di Hotel Dharmawangsa, Minggu (8/11/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PMN ini kan sifatnya Jangka panjang. BUMN dapat suntikan baru punya kemampuan financial baru dan program yang kita agendakan dapat terlaksana," katanya.
Sebelumnya Dirut PLN Sofyan Basir tak khawatir dengan tertundanya pengalokasian PMN untuk PLN. Sofyan beralasan PLN bisa meminjam ke berbagai sumber pembiayaan lain.
(hen/hen)











































