Prestasi tersebut salah satunya menurunkan volume impor Premium hingga 37% dari 378,5 ribu barel per hari menjadi 236 ribu barel per hari. Sementara realisasi Impor Solar turun 84% dari 121,3 ribu barel per hari menjadi hanya 20 ribu barel per hari.
"Itu data per November 2015. Penurunan ini berkat, selain konsumsi juga mengalami penurunan, juga disumbang oleh optimalisasi produksi dalam negeri. Sehingga kebutuhan impor bisa dikurangi," katanya dalam pemaparan 'Membangun Lanskap Baru Sektor ESDM 1 Tahun Capaian Kinerja Kementerian ESDM' di Hotel Dharmawangsa, Minggu (8/11/2015)
Di tahun ini pemerintah mengambil keputusan besar yakni mengambilalih kilang yang dikelola PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi infrastruktur di dalam negeri dalam penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di sektor produksi, pemerintah juga berhasil meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM nasional. Hal ini sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional secara umum.
"Kapasitas tangki dari 4,6 juta kilo liter di 2014 naik 12% menjadi 5 juta kilo liter. Sehingga ketahanan stok BBM nasional juga naik 20% dari 24,3 hari di 2014 menjadi 29,3 hari di 2015. Itu baru sampai November. Kami yakin target sampai akhir tahun bisa tercapai ketahanan 30 hari," katanya.
(dna/hen)











































