Sedangkan sisanya, diproduksi dari berbagai blok minyak di tanah air. "Kebutuhan minyak kita 1,6 juta barel per day, sedangkan kapitas kilang kita 800.000 barel per day, 50% yang kita jual diimpor," kata Dwi saat membuka Annual Hulu Day di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (9/11/2015).
Dari minyak 800.000 barel per hari yang diolah oleh kilang-kilang Pertamina, ternyata minyak dari aktivitas upstream (hulu) perseroan hanya mampu memproduksi 277.000 barel per hari. Sisanya, BBM dipasok dari perusahaan migas lokal dan asing yang terdaftar dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dwi menilai kebutuhan BBM di Indonesia akan terus meningkat. Pada 2025, kebutuhan BBM Indonesia 2 juta barel per hari. Untuk mendukung kemandirian energi, Pertamina menggenjot investasi di sektor hulu hingga pembangunan kilang baru.
"Pilar Pertamina upstream, triwulan III 2015 investasi kita US$ 2,5 miliar. Dari investasi itu, US$ 2 miliar untuk upstream, kompesisi sudah sangat bagus. Kita beri perhatian ke upstream," kata mantan Direktur Utama PT Semen Indonesia itu.
(feb/hns)











































