20 Juta Pelanggan Listrik 900 VA Bakal Disisir PLN

20 Juta Pelanggan Listrik 900 VA Bakal Disisir PLN

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2015 11:23 WIB
20 Juta Pelanggan Listrik 900 VA Bakal Disisir PLN
Jakarta -

Sebelum mencabut subsidi listrik untuk para pelanggan listrik 900 VA, PLN akan melakukan penyisiran langsung ke lapangan dengan mendatangi para pelanggan satu per satu.

Penyisiran ini dilakukan untuk mengecek langsung masyarakat miskin yang berhak menikmati subsidi listrik berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan data pelanggan PLN. Saat ini masih terdapat perbedaan data antara TNP2K dan PLN.

Kementerian ESDM memperkirakan bahwa penyisiran data untuk mencocokan data TNP2K dan data PLN ini butuh waktu selama 4-5 bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

โ€Ž"Selama 4-5 bulan seluruh data pelanggan 900 VA sudah harus diketahui. Sekarang sedang berjalan karena pelanggan 900 VA itu sekitar 20 juta lebih, itu yang kita sisir satu-satu," kata Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, saat ditemui usai coffee morning di Kantornya, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Setelah data pelanggan miskin sudah lengkap dan sesuaiโ€Ž, barulah pencabutan subsidi bisa dilakukan. Artinya, pencabutan subsidi terhadap para pelanggan 900 VA yang dinilai sudah mampu baru akan dilakukan pertengahan 2016, bergeser dari rencana pencabutan di awal 2016.

Mekanisme pencabutan subsidi ini yaitu pelanggan listrik 900 VA yang tak berhak atau bukan golongan miskin harus bermigrasi ke golongan listrik 1.300 atau lebih yang tak tarifnya tak lagi disubsidi.

"Sesudah pencocokan data TNP2K dan data pelangan PLN, itu butuh waktu 4-5 bulan," tukas Jarman.

Menurut perkiraan, hanya sekitar 6 juta dari 20 juta pelanggan listrik 900 VA yang termasuk golongan masyarakat tidak mampu dan layak menerima subsidi. Sedangkan 14 juta pelanggan sisanya sudah tergolong mampu secara ekonomi.

โ€Ž"Data sementara menunjukkan bahwa 70% pelanggan 900 VA itu adalah pelanggan mampu yang akan dimigrasi, tapi datanya harus benar-benar dicocokan. Kira-kira 6 juta yang masyarakat miskinnya," tutup Jarman.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads