Chevron Kembalikan 2 WK Panas Bumi ke ESDM

Chevron Kembalikan 2 WK Panas Bumi ke ESDM

Michael Agustinus - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2015 17:46 WIB
Chevron Kembalikan 2 WK Panas Bumi ke ESDM
Logo Chevron
Jakarta - Chevron Geothermal Energy, anak usaha Chevron di bidang eksplorasi dan produksi panas bumi, mengembalikan 2 Wilayah Kerja (WK) Panas Bumi kepada Kementerian ESDM, yaitu WK Gunung Ciremai dan WK Suoh Sekincau.

WK Gunung Ciremai dikembalikan secara sukarela kepada pemerintah karena tidak bisa digarap, sebab wilayah tersebut berstatus hutan konservasi. Sedangkan Suoh Sekincau dikembalikan karena Chevron menemukan potensi panas bumi yang lebih bagus di sebelah selatah WK tersebut, saat ini sedang dilakukan survei di sebelah selatan Suoh Sekincau.

"Ciremai sama Suoh Sekincau dikembalikan dengan sukarela oleh pengembangnya (Chevron)," tutur Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam Media Gathering di Kantornya, Jumat (13/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rida menambahkan, kedua WK tersebut tidak akan langsung dilelang lagi oleh Kementerian ESDM. WK Gunung Ciremai akan diturunkan dulu status hutannya oleh pemerintah supaya potensi panas bumi di dalamnya bisa dikembangkan. "Status hutannya kita turunkan dulu, nanti kita bicara dengan Kementerian LHK, baru setelah itu kita buka lagi," ucapnya.

‎Selain kedua WK tersebut, WK Hu'uhdaha juga dikembalikan oleh pengembangnya karena dianggap kurang menarik secara ekonomi. Selain itu, tahun ini Kementerian ESDM mencabut Izin Panas Bumi (IPB) di WK Ciater dan WK Atedai karena pengembangnya tidak melakukan eksplorasi selama 4 tahun di WK tersebut.

WK Ciater dan WK Atedai akan dilelang kembali, IPB-nya akan diberikan kepada pengembang yang memenangkan lelang untuk segera dieksplorasi. "WK Ciater sama WKP Atedai di NTB sudah kita cabut IPB-nya tahun ini dari pengembangnya," ungkap Rida.

Sebagai informasi, sepanjang 2015 ini Kementerian ESDM telah memproses lelang 2 WK Panas Bumi dan mempersiapkan 3 WK Panas Bumi. 2 WK yang sedang dalam proses lelang adalah WK Gunung Lawu 165 MW dan WK Danau Ranau 110 MW. Adapun WK Way Ratai 55 MW, WK Kepahing 110 MW, dan WK Marana 20 MW sedang dalam persiapan lelang.

(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads