Perdagangan Migas RI di Oktober Defisit Rp 4,9 Triliun

Perdagangan Migas RI di Oktober Defisit Rp 4,9 Triliun

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 16 Nov 2015 13:11 WIB
Perdagangan Migas RI di Oktober Defisit Rp 4,9 Triliun
Foto: Reuters
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perdagangan minyak dan gas bumi (migas) Indonesia defisit pada Oktober 2015 (month to month) yaitu sebesar US$ 377,6 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun (kurs Rp 13.000). Di mana catatan ekspor US$ 1,3 miliar sedangkan impor lebih besar US$ 1,7 miliar.

Kepala BPS Suryamin menyebutkan, bila dilihat lebih rinci, komponen penyebab defisit adalah dari sisi minyak. Sementara gas tercatat surplus yang cukup besar.

Minyak mentah defisit US$ 160 juta. Dengan ekspor US$β€Ž 400,5 juta dan impor US$ 561,3 juta. Kemudian untuk hasil minyak defisit US$ 915 juta dengan ekspor US$ 95,6 juta dan impor US$ 1,01 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebutuhan minyak nggak akan turun. Tinggal bagaimana kita melalui berbagai cara, seperti kilang minyak di dalam negeri bisa nggak, supaya tidak impor terlalu banyak," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/11/2015)

Sedangkan gas tercatat surplus sebesar US$ 698,2 juta. Ada kenaikan dari US$ 883,4 juta, dan impor hanya US$ 185,2 juta.

"Gas itu kita punya cukup banyak untuk ekspor, walaupun kita juga kemudian beli gas," imbuhnya.

Sehingga total pada Oktober, defisit perdagangan migas Indonesia mencapai sekitar US$ 377,6 juta.

(mkl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads