Kepala BPS Suryamin menyebutkan, bila dilihat lebih rinci, komponen penyebab defisit adalah dari sisi minyak. Sementara gas tercatat surplus yang cukup besar.
Minyak mentah defisit US$ 160 juta. Dengan ekspor US$β 400,5 juta dan impor US$ 561,3 juta. Kemudian untuk hasil minyak defisit US$ 915 juta dengan ekspor US$ 95,6 juta dan impor US$ 1,01 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan gas tercatat surplus sebesar US$ 698,2 juta. Ada kenaikan dari US$ 883,4 juta, dan impor hanya US$ 185,2 juta.
"Gas itu kita punya cukup banyak untuk ekspor, walaupun kita juga kemudian beli gas," imbuhnya.
Sehingga total pada Oktober, defisit perdagangan migas Indonesia mencapai sekitar US$ 377,6 juta.
(mkl/rrd)











































