Sulteng Defisit Listrik, Setiap Hari Mati Listrik

Sulteng Defisit Listrik, Setiap Hari Mati Listrik

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 17 Nov 2015 15:55 WIB
Sulteng Defisit Listrik, Setiap Hari Mati Listrik
Palu -

Kebutuhan listrik untuk mendorong pengembangan Industri di Sulawesi kian mendesak. Hal ini sejalan dengan giatnya Kementerian Perindutrian mendorong pembentukan pusat-pusat Industri baru di tanah air.

Di Sulawesi Tengah misalnya. Kementerian Perindustrian tengah fokus mendorong pengembangan industri sektor perikanan kelautan dan industri pengolahan cokelat dengan memberikan bantuan peralatan seperti mesin pembuatan es batu dan mesin pembuatan cokelat setengah jadi.

Seluruh bantuan itu tentu tak bisa berfungsi maksimal bila tidak ada jaminan ketersediaan listrik. "Makanya kami terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk penyediaan listrik ini," ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin, ditemui di sela kunjungannya di Sulawesi Tengah, Selasa (17/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Enny Ratnaningtyas, Sesditjen Industri Agro Kemenperin menjelaskan, untuk bantuan Kemenperin berupa alat produksi balok es sebenarnya tidak membutuhkan litrik terlalu besar.

Namun ia menekankan dibutuhkan kestabilan aliran listrik agar alat ini berfungsi sempurna. "Butuh 100 kVA untuk start up mesin. Tapi suplainya harus stabil. Karena kalau suhunya kurang kan es batunya nggak bisa dibikin," ujar Enny ditemui terpisah.

Kebutuhan mendesak terhadap listrik juga diungkapkan Cora seorang nelayan yang ditemui detikFinance di Pelabuhan Ikan Donggala, Sulawesi Tengah. Pasalnya, selama ini ia merasakan sendiri bagaimana ketersediaan listrik di Provinsi ini sangat terbatas.

"Kalau ada orang yang tanya di Sulawesi ini lampu padam berapa kalu seminggu? Weeeeh.... setiap hari padam. Bukan 1-2 jam lagi, padamnya bisa sehari semalam," tutur Cora.

Dengan kondisi ini, menurutnya sangat sulit untuk mengembangkan usaha terutama pembuatan balok es yang sangat dibutuhkan nelayan sepertinya untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan selama melaut.

"Kalau ada perusahaan bangun usaha di Sulawesi ini mungkin nggak lama usianya sudah tutup. Karena listrik nggak ada. Bikin es batu, bikin lemari pendingin kan butuh listrik toh. Tapi listriknya nggak ada," sambung Cora.

Untuk itu, ia mengharapkan permasalahan listrik ini bisa mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

(dna/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads