Penerimaan Indonesia dilakukan dalam sidang dua tahunan, menteri-menteri energi anggota IEA, bertempat di ruang sidang OECD, Paris Perancis.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, memimpin delegasi Indonesia dan menjadi salah satu lead speaker mengawali persidangan dua hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman juga menjelaskan berbagai program startegis seperti pembangunan ketenagalistrikan 35.000 megawatt (MW), pembangunan infrastuktur minyak dan gas bumi (migas), dan pengambangan energi baru dan terbarukan.
"Dalam diskusi hari pertama, banyak negara anggota IEA seperti Selandia Baru, Amerika Serikat, Denmark, Turki, dan Norwegia memberi apresiasi atas upaya reformasi sektor energi di Indonesia," tutur Sudirman, dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, Rabu (18/11/2015).
Pertemuan menteri energi yang berlangsung di kantor pusat OECD yang beralamat di 2 rue Andre Pascal, Paris ini juga membahas agenda KTT 2015 Paris Climate Conference (COP21) yang akan berlangsung di kota yang sama mulai akhir November ini.
(rrd/wdl)











































