"Sebenarnya Petral itu sedang menuju dibubarkan, dia (Petral) tidak ada proses transaksi apapun lagi," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, dihubungi detikFinance, Kamis (19/11/2015).
Seperti diketahui, Pertamina tidak lagi menggunakan jasa Petral untuk melakukan pengadaan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM). Sejak awal tahun Pertamina mengaktifkan salah satu unitnya yakni Integrated Supply Chain (ISC) untuk menggantikan fungsi Petral sebagai pengimpor BBM dan minyak mentah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses ini yang sedang kita tempuh. Proses ini untuk mengetahui berapa sih asetnya Petral dan Petral Group, berapa piutang-piutang Pertamina yang belum tertagih. Terus dasar-dasar hukum apa saja yang harus kita perlukan untuk menagih piutang-piutang tadi, mana yang sudah bisa dijustifikas, mana yang harus perlu data," jelas Wianda.
Dia menambahkan, bila proses ini telah selesai semua, maka Pertamina baru bisa mendaftarkan pembubaran atau likuidasi Pertal di otoritas Singapura dan Hong Kong, tempat di mana Petral terdaftar.
"Kita punya target pada kuartal II-2016 sudah selesai semua proses ini," tutup Wianda.
(rrd/hns)











































