Luhut Ingin Tambang Freeport Diambil Alih Seperti Blok Mahakam

Luhut Ingin Tambang Freeport Diambil Alih Seperti Blok Mahakam

Rina Atriana - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2015 13:00 WIB
Luhut Ingin Tambang Freeport Diambil Alih Seperti Blok Mahakam
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil tambang emas dan tembaga PT Freeport Indonesia, setelah kontrak karyanya berakhir pada 2021. Ia yakin hal tersebut dapat dilakukan, seperti halnya pengambilalihan Blok Mahakam, yang sebelumnya telah dikelola selama hampir 50 tahun oleh Total E&P Indonesie.

"Kami malah mengusulkan dan disampaikan dari waktu ke waktu, kita buatlah Freeport ini seperti Blok Mahakam, di mana Mahakam begitu expired (habis) kontraknya, kembali kepada negara, milik Pertamina, dan Pertamina mau bayari partnernya siapa saja," ungkap Luhut, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

Seperti diketahui, kontrak pengelolaan Blok Mahakam, di Kalimantan Timur oleh Total E&P Indonesia tidak diperpanjang pemerintah. Kontrak perusahaan asal Prancis tersebut berakhir pada 2017. Pemerintah memutuskan, mulai 1 Januari 2018 blok yang kaya akan cadangan gas bumi tersebut dikelola oleh Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kembali ke Freeport, pemerintah dan Freeport menandatangani Kontrak Karya I pada 1967, kemudian pada 1991 kontrak Freeport diperpanjang hingga 2021 atau 30 tahun lagi.

Saat ini Freeport mendesak agar kontraknya untuk ketiga kali diperpanjang 20 tahun lagi menjadi sampai 2041.

Berdasarkan data Freeport Indonesia, cadangan yang tersisa per 31 Desember 2014 mencapai 2,27 miliar ton bijih yang terdiri dari:

  • 1,02% tembaga
  • 0,83 gram/ton emas
  • 4,32 gram/ton perak.
(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads