Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Nov 2015 15:56 WIB

Jokowi Resmikan Jalur KA Hingga Technopark di Kaltim Senilai Rp 72 Triliun

Bagus Prihantoro Nugroho - detikFinance
Kereta Api Borneo Kereta Api Borneo
Penajam Paser Utara -

Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama sejumlah proyek strategis di Kaltim. Salah satu yang diluncurkan adalah proyek pembangunan jalur Kereta Api (KA) Borneo.

Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo tiba di lokasi, Buluminung, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (19/11/2015) pukul 15.00 WITA. Dia didampingi oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

"KA Borneo kerja sama dengan Russian Railways semula khusus batu bara tapi setelah mendengar pemerintah ingin bangun kereta di sumatera dan papua maka saya bilang jangan hanya batu bara tapi juga penumpang. Jadi mohon kami harap investasi dari KA Borneo ini perlu kita sambut dengan gembira," kata Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak dalam sambutan pembukaan, Kamis (19/11/2015)

Hadir pula dalam acara ini Duta Besar (Dubes) RI untuk Rusia Djauhari Oratmangun, Dubes Rusia Mikail Galuzin, dan Presiden Direktur Kereta Api Borneo Dennis Muratov. Awang Farouk kemudian teringat pada era 1965.

"Saya ingat tahun 1965 ketika itu ada kerja sama Kalimantan Timur dengan Uni Soviet. Dan lagi kali ini terbina hubungan baik antara RI dan Rusia juga di bidang infrastruktur. Saya merasa terhormat karena juga di Kalimantan Timur," ungkap Awang yang duduk di kursi roda.

Kereta Api Borneo nantinya akan menghubungkan Pelabuhan Buluminung dengan BHP Billiton's Indomet Coal Project sepanjang 352 kilometer untuk lintas selatan. Kemudian untuk lintas utara akan menghubungkan BHP Billiton's Indomet Coal Project dengan Pelabuhan Bayan sepanjang 223 kilometer. Kereta api khusus untuk mengangkut batubara

Selain proyek Kereta Api Borneo juga akan dibangun National Marine Science and Technopark. Dalam tehnopark tersebut nantinya akan ada 'kulkas raksasa' yang bakal mampu menyimpan komoditas dalam waktu yang lama.

Berikut adalah rincian nilai investasi untuk Technopark oleh Republik Tatarstan:

- Kapal Patroli Cepat: US$ 8 juta
- Pellets: US$ 10 juta
- Fibre Glass Pipe: US$ 30 juta
- Biomass: US$ 5 juta
- Refinery: US$ 400 juta
- Service Center/Perakitan Truk Kamaz: US$ 1 miliar
- Solar Panels: US$ 300 juta
- Brown Coal Upgrade: US$ 4 juta
- Pabrik Bahan Pembangunan Rumah Murah: US$ 20 juta
- Cold Storage: US$ 17 juta

Selanjutnya ada groundbreaking pelabuhan Benoa Taka, di Kabupaten Penajam paser utara. Proyek ini membutuhkan biaya US$ 2,5 milyar yang juga dimodali Republik Tatastar.

Seluruh proyek ini didanai oleh investor Rusia dan Republik Tatastar dengan total investasi sebesar US$ 5,519 miliar atau Rp 71,747 triliun dengan kurs Rp 13.000/US$.



(bpn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com