RI Kembali Gabung ke OPEC, Apa Untungnya?

RI Kembali Gabung ke OPEC, Apa Untungnya?

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2015 16:10 WIB
RI Kembali Gabung ke OPEC, Apa Untungnya?
Foto: Reuters
Jakarta - Indonesia sudah aktif kembali menjadi anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Langkah ini dinilai positif, karena paling tidak ada 3 manfaat yang di dapat Indonesia sebagai anggota OPEC.

Hal tersebut seperti diungkapkan Mantan Sekretaris Jenderal OPEC, Maizar Rahman, dalam diskusi bertajuk Mengawal Nawacita, di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

"Putusan masuk OPEC ini harus kita manfaatkan sebesar-besarnya," kata Maizar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Maizar, manfaat pertama Indonesia aktif lagi di OPEC adalah Indonesia dapat memanfaatkan kedekatan dengan negara-negara anggota OPEC.

"Mereka kan produsen minyak, sementara kita kan importir. Jadi kita bisa mengamankan lebih banyak lagi sumber-sumber impor kita. Karena kita sekarang ini sumber-sumber pasokan minyak kan terbatas, kalau kita lihat di Asia ini, seperti China, Jepang, Taiwan, Korea, ASEAN semuanya importir ke negara-negara OPEC kan. Tentu ada persaingan impor. Jadi kita meningkatkan posisi tawar kita dalam mendapakan sumber-sumber impor," ungkapnya.

Manfaat kedua, yakni pemerintah dapat merayu negara anggota OPEC untuk investasi di Indonesia, karena rata-rata negara OPEC kelebihan dolar Amerika Serikat (AS).

"Karena kan anggota OPEC itu banyak negara yang punya surplus dolar, seperti Emirat, Quwait, Qatar. Nah itu kita harus bisa menarik dolar mereka itu untuk investasi di Indonesia. Itu salah satu manfaat, karena kita dekat," ujarnya.

Manfaat ketiga kata Sekjen OPEC 2004 ini, adalah sesama anggota OPEC terkenal saling membantu.

"Kalau negara kita punya masalah di luar negeri, kita katakan ke negara-negara OPEC tolong bantu, mereka akan membantu. Kalau misalnya kita mau ketemu salah seorang produsen OPEC, trus kita bukan anggota, misalnya produsennya itu Arab Saudi berarti kita harus ke Arab Saudi, harus janjian dulu, harus protokoler. Tapi kalau kita anggota OPEC kan nggak perlu, tinggal telepon saja," tutupnya.

(rrd/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads