Jakarta -
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah pernyataan Menko Maritim dan Sumber Daya
Rizal Ramli, yang menyatakan cadangan emas yang ada ditambang PT Freeport Indonesia di Papua mencapai 16 juta ton.
Menurut data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian ESDM, jumlah cadangan emas milik Freeport saat ini adalah sekitar 1.800 ton.
"Cadangan emas yang ada di Freeport adalah sekitar 1.800 ton, bukan 16 juta ton seperti yang dikemukakan Menko Kemaritiman. Karena dari sekitar 2,2 miliar ton bijih/batu dengan kandungan sekitar 0,8 gram emas per ton, maka terdapat sekitar 1.800 ton emas," tulis data Ditjen Mineral dan Baru Bara yang diterima
detikFinance, Kamis (19/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data ini sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan data milik Freeport per 31 Desember 2014. Cadangan bijih ditambang Freeport di Papua mencapai 2,27 miliar ton bijih, dari jumlah total bijih tersebut, mengandung:
- 1,02% tembaga
- 0,83 gram/ton emas
- 4,32 gram/ton perak
Bahkan cadangan emas Freeport jauh berkurang, karena pemerintah memangkas luas lahan Freeport dari sebelumnya 212.950 hektar menjadi 90.360 hektar. Berkurangnya luas lahan ini juga termasuk dilepasnya Blok Wabu oleh Freeport. Blok ini seluas 10.700 hektar, memiliki cadangan mineral tembaga sebanyak 4,3 juta ton dengan kadar emas 2,47 gram/ton.
Kabar terakhir, Pemda Papua ingin menggandeng investor dan melakukan eksploitasi pada Blok Wabu ini.
(rrd/wdl)