"Saya melaporkan ke Presiden hasil pertemuan menteri-menteri energi dan anggota International Energy Agency (IEA). Pertama, kemarin kita dikukuhkan sebagai anggota baru IEA. Sebetulnya IEA itu anggotanya negara-negara maju, tapi kita masuk ke kelompok associate member bersama China, Meksiko, dan Chili, Thailand juga sedang apply jadi anggota," ungkap Sudirman, ditemui di Istana Negara, usai bertemu Presiden Jokowi, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).
Sudirman menambahkan, tujuan masuknya Indonesia sebagai anggota IEA ini, karena di masa akan datang, tidak ada satu negara pun yang bisa memenuhi kebutuhan energinya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman juga melaporkan ke Presiden Jokowi, terkait undangan Indonesia kepada anggota OPEC dan IEA, untuk menghadiri pertemuan Bali Clean Energy Forum pada Februari 2016, di Bali.
"Kita mengundang mereka dan akan memberikan masukan ke kita terkait pengembangan energi baru terbarukan. Saya jelaskan para anggota IEA, bahkan kesempatan investasi di Indonesia lebih besar, potensi energi terbarukan masih sangat besar, kita punya potensi 300.000 MW yang masih belum dimanfaatkan," tutup Sudirman.
(rrd/hen)











































