Ini Isi Laporan Sudirman Said ke Jokowi Soal Kunjungan ke Paris

Ini Isi Laporan Sudirman Said ke Jokowi Soal Kunjungan ke Paris

Bagus Prihantoro Nugroho - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2015 12:30 WIB
Ini Isi Laporan Sudirman Said ke Jokowi Soal Kunjungan ke Paris
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri ESDM Sudirman Said hari ini bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, untuk melaporkan hasil pertemuan menteri-menteri energi di Paris, Prancis, pada 17-18 November.

"Saya melaporkan ke Presiden hasil pertemuan menteri-menteri energi dan anggota International Energy Agency (IEA). Pertama, kemarin kita dikukuhkan sebagai anggota baru IEA. Sebetulnya IEA itu anggotanya negara-negara maju, tapi kita masuk ke kelompok associate member bersama China, Meksiko, dan Chili, Thailand juga sedang apply jadi anggota," ungkap Sudirman, ditemui di Istana Negara, usai bertemu Presiden Jokowi, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2015).

Sudirman menambahkan, tujuan masuknya Indonesia sebagai anggota IEA ini, karena di masa akan datang, tidak ada satu negara pun yang bisa memenuhi kebutuhan energinya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi kita sudah gabung sebagai anggota OPEC dan IEA. Komunitas produsen minyak dan gas bumi. Kita akan bergaul dan berinteraksi dengan dua komunitas ini untuk kembangkan energi baru terbarukan dan energi fosil," ujarnya.

Sudirman juga melaporkan ke Presiden Jokowi, terkait undangan Indonesia kepada anggota OPEC dan IEA, untuk menghadiri pertemuan Bali Clean Energy Forum pada Februari 2016, di Bali.

"Kita mengundang mereka dan akan memberikan masukan ke kita terkait pengembangan energi baru terbarukan. Saya jelaskan para anggota IEA, bahkan kesempatan investasi di Indonesia lebih besar, potensi energi terbarukan masih sangat besar, kita punya potensi 300.000 MW yang masih belum dimanfaatkan," tutup Sudirman.


IEA merupakan organisasi yang fokus pada efisiensi energi, energi bersih, dan keamanan energi dunia. Dalam sidang IEA di Paris dihadiri oleh 43 negara, yang dihadiri sebagian besar oleh menteri-menteri energi dari negara tersebut. Selain itu hadir pula 28 perusahaan energi dari berbagai negara.



(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads