Ini Hitung-hitungan Said Didu Soal Emas di Tambang Freeport

Ini Hitung-hitungan Said Didu Soal Emas di Tambang Freeport

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2015 16:44 WIB
Ini Hitung-hitungan Said Didu Soal Emas di Tambang Freeport
Jakarta -

Pernyataan Menko Maritim Sumber Daya Rizal Ramli soal cadangan emas di tambang PT Freeport Indonesia di Papua mencapai 16 juta kg kembali menuai bantahan dari pejabat di Kementerian ESDM. Seperti ini penjelasannya.

"Pernyataan yang mengatakan bahwa emas yang ada di lahan Freeport adalah 16 juta kg perlu dijelaskan. Data resmi tambang termasuk yang di Freeport adalah hasil sertifikasi lembaga internasional yang terpercaya, jadi bukan hasil hitungan dari pengusaha dan hitungan pemerintah," kata Staf Ahli Menteri ESDM, Said Didu, dalam jumpa persnya, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Rasuna Said, Jumat (20/11/2015).

Said mengatakan, cadangan tersebut tercatat di sejumlah lembaga internasional. Setiap perusahaan tambang juga melaporkan ke Kementerian ESDM berapa jumlah cadangannya sebagai data resmi dunia dan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi cadangan emas di Freeport sekitar 1.800 kg, perhitungannya itu berasal dari ore atau bijih batu di sana sekitar 2,2 miliar, dari total bijih tersebut mengandung 0,8 gram per ton emas," ucap Said.

"Jadi dari segi angka (emas di Freeport) bukanlah 16 juta kg tapi 1.800 kg. Itu berdasarkan sertifikasi lembaga internasional, itu digunakan juga dalam rangka mendapatkan pinjaman ke bank, membangun pabrik smelter, dan fasilitas tambang lainnya," tutup Said.

Sebelumnya Rizal Ramli mengungkapkan, bila Freeport angkat kaki dari Indonesia. Menurutnya, justru kepergian Freeport justru jadi 'durian runtuh' bagi pemerintah.

"Kalau seandainya Freeport ngotot nggak mau penuhi, kembalikan kontrak karyanya. Karena Indonesia akan dapat duren runtuh, kenapa? Karna cadangan emas di Freeport itu," jelas Rizal.

Rizal menegaskan, 'durian runtuh' tersebut bahkan bisa menyulap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini menjadi hanya Rp 2.000.

"Saudara kebayang nggak, cadangan devisa emas Bank Indonesia (BI) hanya 100 ribu kg, China hanya beberapa juta kg, Freeport cadangan emasnya itu 16 juta kg. Bayangin setengahnya saja kita masukin ke dalam cadangan devisa BI, rupiah menguat ke berapa? Bisa menguat ke Rp 2.000 per dolar," ujarnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads