Atap Istana Negara Batal Dipasangi Solar Cell Tahun Ini

Atap Istana Negara Batal Dipasangi Solar Cell Tahun Ini

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 21 Nov 2015 11:00 WIB
Atap Istana Negara Batal Dipasangi Solar Cell Tahun Ini
Foto: Agung Pambudhy (detikFinance)
Nusa Dua - ‎Dalam rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan berminat untuk memasang solar cell di atap Istana Negara, Jakarta. Solar cell tersebut fungsinya untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Dengan begitu, sebagian pasokan listrik untuk istana bisa diperoleh dari sinar matahari.

Tetapi keinginan Jokowi tersebut tidak bisa terwujud pada tahun ini. Kementerian ESDM sebagai Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) untuk pengadaan solar cell tidak bisa mere‎alisasikan program tersebut. Pemasangan solar cell di atap Kantor Kemenko Perekonomian dan Kantor BKPM juga batal terlaksana tahun ini.

Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa tidak ada pihak ketiga atau kontraktor yang mau mengambil proyek pemasangan solar cell di Istana Negara dan kantor-kantor pemerintah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin kita sudah mengalokasikan anggaran (pemasangan solar cell) untuk di Istana Negara, Kantor Kemenko Perekonomian, Kantor BKPM. Tapi nggak ada pihak ketiga yang mau mengambil proyeknya," kata Direktur Aneka Energi Kementerian ESDM, Maritje Hutapea, kepada detikFinance‎ di sela-sela acara Bali Energy Forum, Nusa Dua, Bali, Sabtu (21/11/2015).

Maritje menjelaskan, lelang untuk proyek pemasangan solar cell dilakukan pada Agustus lalu. Tetapi lelang gagal, tidak ada kontraktor yang berminat karena batas waktu pelaksanaan proyek terlalu singkat, hanya sekitar 4 bulan. Bila penyelesaian proyek lewat dari akhir 2015, kontraktor bakal terkena denda.

‎"Sudah dilelang, tapi gagal lelang karena kontraktor merasa waktunya terlalu singkat, jadi mereka nggak mau ngambil resiko. Kalau terlambat mereka didenda," ujarnya.

Diakuinya, Kementerian ESDM terlambat melakukan lelang. Keterlambatan ini disebabkan lamanya Feasibility Study (FS) untuk proyek. Banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana awal, misalnya kekuatan atap dan daya listrik yang dibutuhkan, sehingga FS memakan waktu lebih lama.

"Lelangnya kemarin Agustus.‎ Itu kemarin kan FS-nya bareng-bareng. Jadi belum sempat dikerjain. Jadi ternyata ada beberapa gedung yang kapasitas solar cell-nya perlu diganti. Waktu mereka mengajukan, kita kirim tim survei ke sana untuk melihat berapa yang dibutuhkan oleh gedung mereka. Ada yang ternyata kita cek dia nggak butuh sebesar yang diajukan," ucapnya.

Pemasangan solar cell ‎ini pun ditunda menjadi tahun depan, dianggarkan kembali dalam APBN 2016. Maritje optimis kali ini proyek tidak akan tertunda lagi karena persiapannya lebih baik, lelang akan dilakukan lebih awal agar kontraktor pemenang lelang punya cukup waktu mengerjakannya. "Sekarang kita anggarkan lagi untuk 2016, mudah-mudahan bisa terlaksana karena persiapannya lebih bagus," tutupnya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads