β"Kita berminat, tapi si penjual belum memberikan harga. Tentu kita lihat harganya seberapa,β" ungkap Rini di atas Kapal KM Kelud, Sabtu (21/11/2015)
Minat tersebut telah disampaikan secara resmi melalui surat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu. Hanya saja sekarang menunggu kepastian dari pihak Freeport.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini menyampaikan, Bahana Sekuritas memang telah dipersiapkan untuk menghitung valuasi dari saham Freeport yang didivestasikan.β Akan tetapi, nominal penawaran harus datang dari pihak Freeport.
"βKita memang ada sendiriβ, tapi valuasi itu harus dari mereka sendiri. Bukan dari kita. Nggak bisa dikira-kira nilainya. Kita dengar dulu yang mau jual berapa harganya. Terus kita lihat, mampu apa nggak segini," kata Rini.
Dua BUMN yang disiapkan adalah PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). Dari Inalum nantinya akan menggunakan dana kas perusahaan. Sementara Antam belum diketahui sumbernya, meski dimungkinkan berasal dari suntikan modal pemerintah.
"Inalum sama Antam, dananya ada nanti kita lihat," sebutnya.
Freeport sendiri mengakui belum menawarkan saham yang akan dilepas sebanyak 10,64% dengan alasan masih menunggu mekanisme dan kepastian hukum yang jelas.
(mkl/rrd)











































