Rini Soemarno: Antam dan Inalum Minat Beli Saham Freeport

Rini Soemarno: Antam dan Inalum Minat Beli Saham Freeport

Maikel Jefriando - detikFinance
Sabtu, 21 Nov 2015 19:35 WIB
Rini Soemarno: Antam dan Inalum Minat Beli Saham Freeport
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan minatnya atas kepemilikan saham dari rencana divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI). Namun,β€Ž sayangnya sampai sekarang pihak PTFI belum menyampaikan nilai dari saham yang akan ditawarkan tersebut.

β€Ž"Kita berminat, tapi si penjual belum memberikan harga. Tentu kita lihat harganya seberapa,β€Ž" ungkap Rini di atas Kapal KM Kelud, Sabtu (21/11/2015)

Minat tersebut telah disampaikan secara resmi melalui surat kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu. Hanya saja sekarang menunggu kepastian dari pihak Freeport.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dari BUMN sebagai badan usaha milik negara, di mana kami memiliki 9,26% dari Freeport menulis surat ke Kementerian ESDM dan Kemenkeu. Kami berminat kalau ada divestasi dari Freeport. Kalau dalam perjanjiannya 10 sekian persen. Karena kalau kita bisa membeli itu, berarti BUMN memiliki 20%. Jadi belum ada kabar lagi," paparnya.

Rini menyampaikan, Bahana Sekuritas memang telah dipersiapkan untuk menghitung valuasi dari saham Freeport yang didivestasikan.β€Ž Akan tetapi, nominal penawaran harus datang dari pihak Freeport.

"β€ŽKita memang ada sendiriβ€Ž, tapi valuasi itu harus dari mereka sendiri. Bukan dari kita. Nggak bisa dikira-kira nilainya. Kita dengar dulu yang mau jual berapa harganya. Terus kita lihat, mampu apa nggak segini," kata Rini.

Dua BUMN yang disiapkan adalah PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). Dari Inalum nantinya akan menggunakan dana kas perusahaan. Sementara Antam belum diketahui sumbernya, meski dimungkinkan berasal dari suntikan modal pemerintah.

"Inalum sama Antam, dananya ada nanti kita lihat," sebutnya.

Freeport sendiri mengakui belum menawarkan saham yang akan dilepas sebanyak 10,64% dengan alasan masih menunggu mekanisme dan kepastian hukum yang jelas.

(mkl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads