"Jangka panjang (menguntungkan)," kata Rini, di atas KM Kelud, Karimun Jawa, Jawa Tengah, Sabtu (21/11/2015).
Rini menjelaskan, namun tentunya BUMN harus melihat berapa harga yang ditawarkan oleh Freeport, karena bila harganya terlalu tinggi maka bukan untung yang didapat melainkan buntung alias rugi yang didapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait harga saham sendiri, kata Rini, masih menunggu berapa yang ditawarkan Freeport. Karena perhitungan valuasi saham yang ditawarkan merupakan wewenang perusahaan asal Amerika Serikat itu. BUMN atau pemerintah tidak bisa menentukan berapa nilai saham 10,64% Freeport.
"Kita memang ada sendiri (hitung-hitungan harga saham Freeport), tapi valuasi itu harus dari mereka sendiri, bukan dari kita. Nggak bisa dikira-kira. Kita dengar dulu yang mau jual berapa harganya, terus kita lihat mampu apa nggak segini. Iya memang dari dasarnya sudah begitu, tapi kita belum tahu harganya," tutup Rini.
(rrd/rrd)











































