Mengintip Proyek 'Raksasa' di Darwin, dari Kilang Hingga Hotel Mewah

Mengintip Proyek 'Raksasa' di Darwin, dari Kilang Hingga Hotel Mewah

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2015 16:10 WIB
Mengintip Proyek Raksasa di Darwin, dari Kilang Hingga Hotel Mewah
Chief Minister of the Northern Territory, Adam Giles (kemeja putih)
Darwin - Darwin, salah satu kota di Australia bagian utara ini letaknya paling dekat dengan Indonesia. Pemerintah setempat sangat berobsesi menjadikan ibu kotaΒ Northern Territory ini sebagai salah satu tujuan investasi, pendidikan, dan pariwisata.

"Kami membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi para investor, Darwin salah satu tempat di Australia, di mana akan menjadi tujuan investasi, pendidikan, dan pariwisata di dunia," kata Chief Minister of the Northern Territory, Adam Giles, ketika berbincang dengan detikFinance dan beberapa wartawan media asing, beberapa waktu lalu, Darwin, Australia.

Ia mengatakan, pemerintah Australia menggelontorkan dana US$ 5 miliar untuk membangun berbagai infrastruktur, untuk mendukung pembangunan. Tentunya ini sinyal baik bagi investor yang investasi di Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas undangan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, detikFinance diajak berkeliling Darwin menggunakan helikopter, untuk melihat proyek-proyek besar yang saat ini dibangun di Darwin.

Pertama, adalah kilang gas alam cair (LNG) yakni Ichthys LNG. Kilang ini merupakan salah satu proyek 'raksasa' Australia di sektor minyak dan gas bumi. Selain proyek ini, ada pula proyek-proyek raksasa LNG (Liquefied Natural Gas) di Australia yang sedang dikembangkan diantaranya, Evans Shoal, Gorgon, Pluto, Browse dan Bay Undan.

"Proyek-proyek ini, akan menjadikan Australia sebagai salah satu eksportir gas terbesar di dunia," ujar Menteri Perdagangan dan Investasi, Australia, Andrew Robb.



Foto: Proyek Ichthys LNG

Proyek Ichthys LNG, diperkirakan membutuhkan dana investasi sebesar US$ 43 miliar, dan diperkirakan mampu memproduksi sebanyak 8,4 juta ton LNG dan 1,6 juta ton Elpiji, serta 100.000 barel kondensat per hari.

Tak jauh dari Ichthys LNG, juga ada proyek yang sudah beroperasi yakni Darwin LNG, yang dioperasikan ConocoPhillips. Darwin LNG ini sudah beroperasi pada 2006 lalu, di mana produksi LNG-nya sebagian diekspor ke Tokyo Electric dan Tokyo Gas.

Selain di sektor Migas, di Darwin juga terdapat proyek Marine Industry Park. Biaya pembangunan proyek seluas 150 hektar ini mencapai AU$ 1 miliar (Rp 10 triliun).

Pada proyek ini, akan melayani kegiatan logistik, jasa pelabuhan, dan lainnya. Proyek ini terkoneksi dengan jalur rel kereta api, dan kilang LNG, pelabuhan Darwin, serta kawasan bisnis dan industri.



Foto: Marine Industry Park


Proyek selanjutnya, yakni pembangunan hotel mewah di Darwin. Proyek ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Darwin, dengan pelayanan istimewa. Tersedia sekitar 100 kamar mewah di hotel ini. Hotel ini berada di atas lahan sekitar 9.000 meter persegi dan akan beroperasi penuh pada 2019.



(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads