Untuk membantu dunia usaha, Kementerian ESDM menargetkan harga gas di Sumut bisa turun sampai US$ 2,5/mmbtu mulai Januari 2016. Tapi, agar penurunan harga gas bisa mencapai US$ 2,5/mmbtu, semua pihak mulai dari pemerintah hingga BUMN seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) harus 'berkorban'.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Wiratmaja Puja, meminta Pertamina menurunkan toll fee untuk pipa transmisi Arun-Belawan, dan PGN diminta menurunkan biaya distribusi gas. Diharapkan kedua BUMN tersebut bisa menurunkan toll fee dan biaya distribusi sebelum 10 Desember 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โToll fee untuk pipa gas Arun-Belawan sebesar US$ 2,53/mscfd (juta kaki kubik per hari) diharapkan bisa turun US$ 0,89/mscfd. Lalu biaya distribusi yang ditetapkan PGN sebesar US$ 1,6/mmbtu juga akan diturunkan. "Ini kalau kita mix (gabungkan) dengan penurunan harga gas di hulu turunnya sekitar US$ 2,5/mmbtu," tukas Wirat.
โ
Selain dari biaya distribusi PGN dan toll fee Pertamina, pemerintah juga berkorban dengan menurunkan harga gas di hulu mulai Januari 2016. Penurunan ini didapat dengan mengurangi pendapatan negara (government take) di hulu.โ
"Di Sumut itu ada yang kontrak hulunya di atas US$ 6/mmbtu. Nanti diberi stimulus supaya harga gasnya turun. โAwal Januari bisa turun government take-nya," paparnya.
(rrd/rrd)











































