RFCC di kilang minyak Cilacap milik PT Pertamina (Persero) ini, akan memproduksi High Octane Mogas Component (HOMC) dan Elpiji. Produksi HOMC di RFCC ini ditarget mencapai 37.000 barel per hari, elpiji sebesar 1.066 ton per hari, dan Propylene sebanyak 430 ton per hari. Dengan demikian diharapkan dapat mengurangi impor dan menghemat devisa negara hingga 5%-6% per tahun.
Selain peresmian kilang RFCC, akan ada juga penandatangan kontral antara Pertamina dan JGC serta penandatngan HoA (Head of Agreement) Refinery Development Master Plan (RDMP) RU IV antara Saudi Aramco dengan Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Kilang Cilacap memiliki kapasitas produksi 350.000 barel per hari (bph) . Dari jumlah itu, 45% produksi merupakan Premium atau sekitar 160.000 bph. Proyek RFCC juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pencampuran kilang RON 92 sekaligus mengurangi impor HOMC.
Proyek RFCC dimulai sejak 2011 dengn biaya investasi US$ 850 juta atau sekitar Rp 10 triliun. Proyek tersebut dilaksanakan konsorsium PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan Goldstar Co. Ltd. Korea Selatan.
(fiq/rrd)











































