Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembangunan kilang, untuk mendorong pihak swasta dan BUMN untuk membangun kilang di Indonesia. Perpres ini juga memuat berbagai insentif dari pemerintah kepada para investor.
Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan, dari 11 kilang minyak yang ada di Indonesia, hanya 5 kilang yang punya kapasitas besar seperti kilang Cilacap, Dumai, Plaju, dan Balongan serta Balikpapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini kata Sudirman sudah ada roadmap pembangunan kilang. Akan ada 4 kilang minyak baru yang dibangun dengan total kapasitas sebanyak 668.000 barel per hari, dan akan selesai pada 2021-2025.
"Sehingga pada 2025, kapasitas produksi kilang nasional menapai 1,7 juta barel per hari," tutup Sudirman.
Berikut rencana pembangunan kilang:
- Di Medan, kapasitas 6.000 barel per hari, sumber bahan baku dari dalam negeri, di bangun oleh PT Indo Kilang Prima. Investasi diperkirakan mencapai US$ 200 juta.
- Di Bontang, kapasitas 300.000 barel per hari, sumber bahan baku dari impor, di bangun PT Pertamina (Persero). Investasi diperkirakan mencapai US$ 10 miliar.
- Di Cilacap, kapasitas 62.000 barel per hari, sumber bahan baku dari impor, dibangun Pertamina. Investasi US$ 1,4 miliar
- Di Tuban, kapasitas 300.000 barel per hari, sumber bahan baku dari impor, di bangun Pertamina dan Saudi Aramco. Investasi US$ 12 miliar.











































