Arifin Panigoro Pernah Surati Kemenkeu Soal Saham Newmont

Arifin Panigoro Pernah Surati Kemenkeu Soal Saham Newmont

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 29 Nov 2015 16:55 WIB
Arifin Panigoro Pernah Surati Kemenkeu Soal Saham Newmont
Tambang Newmont (Foto: dok. detikFinance)
Jakarta - Pengusaha nasional yang juga sekaligus pemilik PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) Arifin Panigoro sudah menyatakan niatnya untuk mengakusisi 76% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$ 2,2 miliar atau sekitar Rp 30,1 triliun.

Masih menjadi pertanyaan, saham milik siapa yang akanโ€Ž diakuisisi oleh Arifin. Namun ternyata salah satunya adalah saham yang menjadi jatah pemerintah pasca divestasi oleh Newmont, yaitu sebesar 7%.

"Medco pernah nyuratinโ€Ž, bahwa mau untuk berminat (atas saham yang menjadi jatah pemerintah)," ungkapโ€Ž Direktur Jenderal Kekayaan Negara Sony Loho kepada detikFinance, Minggu (29/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum memberikan tanggapan. Sebab maih harus di bahas kembali, apakah pemerintah masih berkeinginan โ€Žuntuk memiliki 7% saham Newmont tersebut.

"Belum, pemerintah belum memastikan mau ngambil apa nggak," jelasnya.

Menurutnya, tidak ada permasalahan bila pihak Arifin Panigoro ingin mengakuisisi saham Newmont, karena proses yang terjadi juga business to business (B to B). Asalkan berjalan sesuai dengan prosedur.

"Nggak tahu yang lain mau jual. Kan itu syaratnya pihak lain. Medco ke kita minta jatah yang mau dilepas ke pemerintah," kata Sony.

Seperti diketahui, pemilik saham Newmont saat ini dikuasasi oleh empat grup besar yaitu:

  • Nusa Tenggara Partnership B.V (NTP) 56% (asing)
  • PT Multi Daerah Bersaing (PT MDB) 24% (BUMD milik Pemda NTB dan Grup Bakrie)
  • PT Pukuafu Indah 17,8%
  • PT Indonesia Masbaga Investama 2,2%

Saat ini dari 56% saham milik Nusa Tenggara Partnership (saham asing), sebanyak 7% tengah dalam proses penawaran saham (divestasi) ke pemerintah.

(mkl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads