Arifin merupakan pemilik dari Medco. Namun Arifin juga belum memastikan saham Newmont akan dibeli oleh perusahaan miliknya yang mana, Medco atau yang lainnya.
Meski belum ada penjelasan lebih detil dari Arifin, saham Medco pada perdagangan Kamis pekan lalu sempat melonjak hingga 25% sebelum akhirnya ditutup menguat 17%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah memang benar ada rencana itu atau tidak, kita akan konfirmasikan," kata Hamdi, ditemui usai pembukaan perdagangan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/11/2015).
Ia juga akan menyelidiki apakah ada pihak-pihak yang memanfaatkan transaksi pembelian saham Newmont itu untuk meraup keuntungan dari saham Medco yang melonjak tinggi pekan lalu.
"Kalau (ada) inside information kita ingin informasikan, itu yang ingin kita pastikan. Apakah punya rencana itu atau tidak akan kita pastikan ke emitennya. Kita akan tanya ke emitennya," jelasnya.
"Saya tidak tahu laporan itu apakah membenarkan atau tidak tapi yang pasti setiap ada berita yang kita anggap penting maka akan kita tanyakan, kita harus umumkan di publik kebenaran itu," ujarnya.
Setelah melonjak tinggi, saham berkode MEDC itu pun jatuh di hari Jumat. Koreksi sahamnya berlanjut hari ini, sampai pukul 11.45 waktu JATS sudah turun 65 poin (-5,56%) ke Rp 1.105 per lembar.
(ang/dnl)










































