"Ini membantu meningkatkan ketahanan energi nasional. Kita sediakan jasa layanan seismik dengan nilai investasi sebesar US$ 2,9 juta (Rp 39,7 miliar) untuk pembelian tekhnologi Migas," jelas Direktur Utama PT Sucofindo, Bachder Djohan Buddin, di acara Customer Gathering, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (3/12/2015).
Bachder mengungkapkan, saat ini baru sedikit perusahaan yang menyediakan jasa seismik, di sisi lain, kebutuhan temuan sumber Migas baru guna mengejar target lifting Migas pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Layanan ini sangat mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan peningkatan nilai tambah produk pertambangan," katanya.
Penetrasi bisnis lainnya selain sektor tambang, Sucofindo juga membangun jasa meningkatkan nilai tambah produk strategis lainya seperti Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya.
"Dengan seluruh investasi yang akan dilakukan, Sucofindo berharap mampu meningkatan daya saing Sucofindo di Indonesia maupun tingkat regional, ini sekaligus menyambut mulai resminya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)," tutupnya.
(rrd/rrd)











































