Dwi memaparkan, proyek tersebut berlokasi di Cilacap dengan nilai investasi US$ 5,5 miliar, di Balikpapan senilai US$ 5,5 miliar, Balongan dan Dumai senilai sekitar 4 hingga US$ 4,5 miliar. Sedangkan dua kilang baru tersebut berada di Tubang dan Bontang masing-masing senilai US$ 10 miliar.
"Total kira-kira US$ 35-40 miliar, itu untuk keseluruhan. Bapak Presiden tadi mengharapkan seluruh RDMP yang 4 RDMP dan kemudian 2 kilang baru bisa betul-betul jalan," kata Dwi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti begitu semuanya selesai menjadi (kapasitas kilang) di atas 2 juta barel per hari," imbuhnya.
Dwi menuturkan, banyak invetor yang terlibat menggarap proyek tersebut. Khususnya investor asing, mulai yang berasal dari Arab Saudi, Kuwait, Rusia hingga Jepang. Namun yang sudah menuju kepastian adalah Saudi Aramco untuk proyek di Bontang.
"Sekarang masih dalam proses, kita targetkan Februari sudah bisa dapat," tegas Dwi.
Presiden Jokowi meminta agar 2019 mendatang sudah ada kilang yang bisa dioperasikan. Dwi memperkirakan dua kilang terbaru memenuhi target dari Presiden tersebut.
"Itu kilang baru yang Tuban, kemudian sama kilang kilang baru yang di Bontang," tukasnya.
(mkl/rrd)











































