Dwi Soetjipto Ungkap Pihak yang Sengaja Buat RI Tak Bangun Kilang

Dwi Soetjipto Ungkap Pihak yang Sengaja Buat RI Tak Bangun Kilang

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 03 Des 2015 17:47 WIB
Dwi Soetjipto Ungkap Pihak yang Sengaja Buat RI Tak Bangun Kilang
Jakarta - Selama puluhan tahun, Indonesia tidak membangun kilang minyak. Terakhir adalah kilang Balongan pada 1994 silam. Maka munculah indikasi bahwa ada pihak yang sengaja mendesain agar pengelolaan minyak tidak efisien dan memiih untuk terus impor.

Hal ini juga diungkapkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menilai ada pihak yang sengaja membuat pengelolaan minyak di dalam negeri menjadi tidak efisien atau mahal.

"Itu tentu saja pihak-pihak yang tidak ingin kita memiliki kilang sendiri, tapi mendorong kita untuk impor saja kebutuhan minyaknya seberapa ya diimpor, itu kan bisa dilaksanakan oleh para trader-trader itu," ungkap Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persepsi yang selalu dimunculkan adalah bahwa pembangunan kilang sangat mahal. Sementara negara tidak memiliki dana yang cukup besar. Padahal negara-negara sekitar, seperti Malaysia dan Singapura mebangun kilang dengan kapasitas besar.

"Karena memang selama ini kan kita berpendapat bahwa pembangunan kilang itu tidak ekonomis, memang IRR (internal rate of return) rendah tetapi kenapa bisa terjadi pembangunan kilang di Singapura di Malaysia sedangkan di kita nggak bangun," jelasnya.

Malangnya bagi Indonesia, kilang -kilang di negara tersebut digunakan untuk memasok minyak ke dalam negeri. Berarti ada unsur kesengajaan bagi para pihak tersebut.

"Sedangkan kilang di Singapura itu dibangun untuk berjualan di Indonesia. Jadi sebenarnya kan pasti ada salah persepsi kita di Indonesia," terang Dwi.

(mkl/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads