Hal ini juga diungkapkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menilai ada pihak yang sengaja membuat pengelolaan minyak di dalam negeri menjadi tidak efisien atau mahal.
"Itu tentu saja pihak-pihak yang tidak ingin kita memiliki kilang sendiri, tapi mendorong kita untuk impor saja kebutuhan minyaknya seberapa ya diimpor, itu kan bisa dilaksanakan oleh para trader-trader itu," ungkap Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang selama ini kan kita berpendapat bahwa pembangunan kilang itu tidak ekonomis, memang IRR (internal rate of return) rendah tetapi kenapa bisa terjadi pembangunan kilang di Singapura di Malaysia sedangkan di kita nggak bangun," jelasnya.
Malangnya bagi Indonesia, kilang -kilang di negara tersebut digunakan untuk memasok minyak ke dalam negeri. Berarti ada unsur kesengajaan bagi para pihak tersebut.
"Sedangkan kilang di Singapura itu dibangun untuk berjualan di Indonesia. Jadi sebenarnya kan pasti ada salah persepsi kita di Indonesia," terang Dwi.
(mkl/rrd)











































