Kebut APBN, ESDM Paling Banyak Lelang Proyek Barang dan Jasa 2016

Kebut APBN, ESDM Paling Banyak Lelang Proyek Barang dan Jasa 2016

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 04 Des 2015 11:10 WIB
Kebut APBN, ESDM Paling Banyak Lelang Proyek Barang dan Jasa 2016
Jakarta - Meski sedang ramai kasus 'Papa Minta Saham Freeport', Kementerian ESDM terus bekerja, salah satunya dengan mempercepat pengadaan barang dan jasa tahun depan. Hal ini dilakukan, agar penyerapan anggaran bisa langsung dikebut sejak awal tahun, sehingga serapan anggaran bisa maksimal.

Dalam situs Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan milik Lembaga Kebijakan Pengadaan dan Jasa Pemerintah (LKPP) yang dikutip, Jumat (4/12/2015), sampai Desember 2015, sudah menyiapkan lelang pengadaan berbagai paket kegiatan untuk tahun depan sebanyak 1.432 paket dengan nilai Rp 4,9 triliun. Serta menyiapakan berbagai paket kegiatan yang dilakukan tahun depan debanyak 2.214 kegiatan denga nilai Rp 2,05 triliun. Atau total sebanyak 3.646 paket lelang/kegiatan tahun depan dengan nilai Rp 6,9 triliun.

Dalam keterangan Kementerian ESDM, jumlah pangadaan tersebut merupakan yang paling tertinggi bila dibandingkan Kementerian/Lembaga lainnya. Belajar dari rendahnya serapan APBN lima tahun terakhir, para pemimpin di Kementerian ESDM yang terdiri dari seluruh Pejabat Eselon I telah mempersiapkan pelaksanaan APBN 2016 tujuh bulan lebih cepat dari biasanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dipimpin oleh Menteri ESDM, Sudirman Said sejak Juni 2015 para pemimpin itu telah rapat sebanyak 27 kali untuk meyakinkan setiap paket pengadaan didukung oleh dokume lelang yang akurat.

Hasilnya November tahun ini, Kementerian ESDM telah melalukan lelang tahap pertama, Awal desember lelang tahap kedua, dan akhir Desember akan dilakukan lelang tahap III.

Diperkirakan sebagian besar paket sudah bisa dimulai dikerjakan pada bukan januari 2016. Data diambil sari Sistem informasi umum pengadaan, sistem yg dikembangkan LKPP (lembaga kebijakan pengadaan dan jasa pemerintah). LKPP berada dalam pembinaan Bappenas.

Beberapa paket proyek yang dilelang seperti:

  • Pembangunan PLTS terpusat di Sulawesi Tenggara, Desa Lamoiko Rp 5,5 miliar
  • Pembangunan PLTMH di Desa Panggalo, Sulawesi Barat Rp 2,32 miliar
  • Pembangunan PLTS Terpusat di Desa Kaimer, Tual, Maluku Rp 5,23 miliar
  • Pembangunan PLTS, Desa Makalo, Mentawai, Sumatera Barat Rp 5,4 miliar
  • Pembangunan PLTS di Bandara Kualanamu Rp 80 miliar
  • Peralatan Rekayasa Geophone Laser Pintar untuk LEMIGAS Rp 92 juta
  • Pembangunan Jaringan Gas Bumi di Balikpapan, Kalimantan Timur Rp 70 miliar
  • Pembangunan PLTS Terpusat di Desa Gajah Makmur, Bengkulu Rp 7,99 miliar
  • Pembangunan PLTMH, Desa Poganeri, Papua Rp 34,7 miliar
  • Belanja jasa konsultan Rp 431,5 juta
  • Pengadaan screen fastfold Rp 110.5 juta
  • Pengadaan alat bantu paket 1 (laboratorium kimi) Rp 100,2 juta
  • Density LPG Rp 954,9 juta
  • Transfer Knwladge - Geothermal Goes to Campus Rp 415,5 juta
  • Pengadaan peralatan laboratorium Kimia untuk Pusat Pendidikan Migas di Cepu Rp 151,5 juta
  • Jasa Survailen Audit Manajemen Mutu Rp 100 juta
  • Pengadaan Laptop Evaluasi Kebijakan Pengembangan Infrastrutkur Migas Rp 25 juta

(rrd/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads