Sempat Disebut PLTG, Kapal Listrik Ini Ternyata 'Genset Raksasa' 120 MW

Sempat Disebut PLTG, Kapal Listrik Ini Ternyata 'Genset Raksasa' 120 MW

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 07 Des 2015 15:10 WIB
Sempat Disebut PLTG, Kapal Listrik Ini Ternyata Genset Raksasa 120 MW
Foto: Karadeniz Powership Zeynep Sultan dari shipspotting.com
Jakarta -

Kapal pembangkit listrik yang di sewa PT PLN (Persero) ternyata bukan menggunakan bahan bakar gas atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Kapal listrik ini ternyata menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk memproduksi listrik.

Namun PLN mengklaim biaya produksi listrik dari kapal apung ini lebih murah daripada listrik yang dihasilkan genset berbasis BBM solar yang memakai diesel.

"Jadi itu kapalnya bukan PLTG, tapi seperti genset, tapi biaya produksi listriknya lebih murah daripada genset diesel," kata Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, dihubungi detikFinance, Senin (7/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengungkapkan, Kapal genset tersebut lebih murah biaya produksi listriknya, karena bahan bakarnya menggunakan HFO (Heavy Fuel Oil), jenis minyak berat yang harganya lebih murah daripada harga solar atau diesel.

"Karena produksi listriknya pakai HFO, bisa juga pakai gas, makanya lebih murah produksi listriknya daripada pakai genset diesel," kataya.

Namun Bambang, tidak mau mengungkapkan berapa biaya sewa yang dikeluarkan PLN.

"Sewanya 5 tahun, ini lebih murah biayanya karena kita sewa daripada bikin. Apalagi langkah ini sebagai antisipasi kekurangan listrik di sejumlah daerah, sambil menunggu proyek-proyek listrik di program 35.000 MW selesai," tutup Bambang.

Seperti diketahui, PLN menyewa kapal yang di atasnya ada pembangkit listrik dengan kapasitas 120 MW. Kapal ini bernama Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang didatangkan dari Turki. Tak hanya satu, ternyata PLN menyewa sebanyak 4 'kapal listrik'.

Kapal pertama sudah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, dan akan segera di letakkan di perairan Pulau Amurang, Minahasa, Sulawesi Utara. Nantinya listrik dari kapal ini akan memasok wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads