Kapal 'Genset Raksasa' Datang, Krisis Listrik di Daerah Ini akan Berakhir

Kapal 'Genset Raksasa' Datang, Krisis Listrik di Daerah Ini akan Berakhir

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 07 Des 2015 15:40 WIB
Kapal Genset Raksasa Datang, Krisis Listrik di Daerah Ini akan Berakhir
Foto: Karadeniz Powership Zeynep Sultan dari shipspotting.com
Jakarta - Warga Sulawesi Utara dan Gorontalo saat ini harus mengalami pemadaman listrik rutin 6 jam setiap hari, namun tak lama lagi daerah ini bakal terang benderang dengan hadirnya kapal genset kapasitas 120 megawatt (MW). Kapal listrik ini disewa oleh PT PLN (Persero) dari Turki.

Saat ini pasokan listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo mengalami defisit listrik. Apalagi beberapa pembangkit tidak dapat beroperasi optimal, serta berkurangnya produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), karena debit air yang berkurang pasca musim kemarau.

"Beban pucak sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo saat ini mencapai 325 MW, sedangkan daya mampu pembangkit yang ada bila semua pembangkit beroperasi optimal adalah 320 MW. Tapikan tidak setiap hari pembangkit beroperasi optimal," kata Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN, Bambang Dwiyanto, dihubungi detikFinance, Senin (7/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan, dengan datangnya Kapal listrik bernama Karadeniz Powership Zeynep Sultan yang didatangkan dari Turki berkapasitas 120 MW, maka daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo bakal langsung surplus listrik.

"Kapal ini datang, Sulawesi Utara dan Gorontalo langsung surplus listrik. Apalagi Desember ini akan masuk listrik dari PLTG Gorontalo Unit 1 dengan kapasitas 25 MW," ungkapnya.

Seperti diketahui, kapal listrik ini akan ditempatkan di sekitar Pulau Amurang, Minahasa, Sulawesi Utara, dan mensuplai listrik ke sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Sebelumnya, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Suluttenggo), Baringin Nababan, mengungkapkan, kondisi krisis listrik di Suluttenggo sudah terjadi sejak 3 tahun lalu.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads