Saat ini pasokan listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo mengalami defisit listrik. Apalagi beberapa pembangkit tidak dapat beroperasi optimal, serta berkurangnya produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), karena debit air yang berkurang pasca musim kemarau.
"Beban pucak sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo saat ini mencapai 325 MW, sedangkan daya mampu pembangkit yang ada bila semua pembangkit beroperasi optimal adalah 320 MW. Tapikan tidak setiap hari pembangkit beroperasi optimal," kata Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN, Bambang Dwiyanto, dihubungi detikFinance, Senin (7/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapal ini datang, Sulawesi Utara dan Gorontalo langsung surplus listrik. Apalagi Desember ini akan masuk listrik dari PLTG Gorontalo Unit 1 dengan kapasitas 25 MW," ungkapnya.
Seperti diketahui, kapal listrik ini akan ditempatkan di sekitar Pulau Amurang, Minahasa, Sulawesi Utara, dan mensuplai listrik ke sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Sebelumnya, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Suluttenggo), Baringin Nababan, mengungkapkan, kondisi krisis listrik di Suluttenggo sudah terjadi sejak 3 tahun lalu.
(rrd/hen)











































