"Besok mau diresmikan, detailnya tanya ke PLN," kata Menteri ESDM Sudirman Said ketika ditanya terkait langkah PLN menyewa kapal listrik, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015).
Sudirman mendukung rencana tersebut, alasannya 'kapal listrik' ini merupakan langkah paling cepat untuk mengatasi kekurangan listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, PLN menyewa 'kapal listrik' tersebut selama lima tahun, ke depannya kemungkinan bisa beli oleh PLN.
"Sekarang masih sewa, tapi sedang dipikirkan untuk membeli dan ini kan tahap pertama untuk dikirim ke Manado sana kan, ada empat wilayah lagi yang sedang disiapkan," kata Sudirman.
Sudirman yakin, suatu saat Indonesia bisa memproduksi sendiri kapal listrik tersebut.
"Kalau rencana awal suatu saat harus memproduksi, karena sebagian besar komponen bisa dibikin di sini, kan kapal. Mungkin teknologi listriknya yang masih harus impor dari prinsipalnya, yaitu Turki," tutup Sudirman.
Seperti diketahui, 'kapal listrik' ini menggunakan bahan bakar minyak jenis Heavy Fuel Oil (HFO) untuk memproduksi listrik, atau seperti genset, namun kapasitasnya sangat besar yakni mencapai 120 MW.
(rrd/hen)











































